Monday, December 30, 2013

SOEKARNO DAN INDONESIA RAYA

menjelang akhir tahun, nonton film SOEKARNO bersama keluarga kecil kami. saya, istri dan 2 bocah lakilaki kami. saya tidak peduli dengan demo anti film ini, sy percaya dengan kapasitas Hanung Bramantyo sebagai sutradara dan penulis naskah yg pasti tidak main-main mewujudkan kisah sejarah bapak proklamator, bapak bangsa, presiden pertama, dan detik sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia.
Dan menit pertama film dimulai adalah hal yang tidak biasa dan menurut saya hal yang luar biasa. Muncul tulisan yang menghimbau seluruh penonton untuk berdiri sejenak,lho.. buat apa? sudah enak duduk, gedung sudah gelap kok malah diminta berdiri. ternyata film dibuka dengan lagu Indonesia Raya dan penonton dihimbau untuk berdiri menghargai lagu kebangsaan ini. bagaimana reaksi penonton?
Dari 7 baris penonton, hanya 2 baris yang berdiri termasuk saya, istri dan 2 bocah kami. Berdiri dan ikut menyanyi terharu sekaligus sedih. Kenapa sebagian dari kita merasa malu, tidak penting, lebay untuk berdiri sejenak (yang tidak sampai 5 menit) menghormati dan merasa bangga dengan lagu kebangsaan sendiri?
Tolong bantu saya menjawabnya.... karena sy kehabisan kata-kata melihat hal yang tidak masuk akal saya.

Monday, September 09, 2013

OLD FRIEND IN THE WRONG PLACE

seorang pria tambun berjalan tergesa di ruang emergency kemarin malam. wajahnya terasa familiar serasa kenal beberapa waktu lampau. tapi memory tidak cukup kuat untuk mengingat namanya dan dimana kenalnya. sy seperti mengalami dejavu. lelaki tambun itu tergesa karena istrinya yg memang dirawat diruang biasa diberitakan masuk rawat intensif di ICU karena kondisinya menurun.
saya merasa sangat mengenal lelaki itu namun masih gagal untuk mengingat nama dan dimana pertemanan.
Hingga hari ini sy sengaja menelusuri identitasnya lewat file istrinya di ICU. dan tidak salahlagi, lelaki itu adalah teman baikku dulu saat kerja di Pelni. 13 tahun yang lalu. tahun 2000. sy samperin, berpelukan. berbagi rindu dan cerita sebagai teman lama, meski saya juga menyadari kalau dia lagi galau dengan kondisi istrinya.
lelaki itu bernama Astera. saya mengenalnya dulu sebagai jenang 3 kapal bukit raya. kapal penumpang tipe kecil, tipe 1000 yang dulu mengarungi pulau2 kecil yang terserak di lau sumatera. kini ia naik level ke jenang 1di kapal bukit siguntang. kapal penumpang tipe paing besar, tipe 2000. jenang adalah jabatan dikapal yang mengatur akomodasi dan konsumsi penumpang dan awak kapal. .
sayang, kami harus bertemu di waktu dan tempat yang tidak tepat. atau ini malah waktu dan tempat yang sangat tepat. entahlah. tergantung dari sudut pandang mana kita menilai.
bro, semoga isteri cepat pulih lagi. dan kita bisa berbincang ditempat yang seharusnya kitabercengkrama.

Friday, September 06, 2013

POST HIBERNASI

setelah hibernasi sekian lama. rumah ini kembali hendak dibuka. mungkin sampahnya banyak, engselnya berkarat, jendela yang dibuka berderit sekarat. dan mulailah bersih bersih dulu. setelahnya baru dihias dan diisi dengan memori, ide, opini atau sekadar keluh kesah. nantikan saja

Wednesday, April 18, 2012

911 terpadu, bukan 118 tersendiri

Ide menyatukan semua saluran panggilan darurat menjadi satu saluran panggil yang terintegrasi mulai marak digulirkan lagi. Nomor yang dipilih pun nomor yang sudah umum di pakai di negara luar yaitu 911.
Kita tahu, saat ini ada berbagai macam panggilan darurat. Setiap instansi yang berhubungan dengan kondisi darurat punya nomor tersendiri. Liat saja pengaduan polisi di 110 atau 112 melalui ponsel. Lalu, pelayanan gangguan PLN di 123, layanan ambulans di 118 dan bencana alam di 129. Betapa banyaknya nomor yang dihapal oleh masyarakat. pusing.
Jika tujuannya sudah sama, jika bisa duduk bersama dan menyamakan persepsi menyatukan ide itu sudah 80% pekerjaan sudah tercapai. Jalan sudah terbentuk. Tinggal sistemnya, ITnya, dan sosialisasinya.
Bukankah akan lebih mudah mengingat disela kepanikan jika ada kondisi darurat apapun, apakah itu pencurian, kebakaran, gangguan kamtibmas, serangan jantung, longsor, gardu listrik meledak, tetangga terperosok sumur dll, tinggal pencet 911.
semoga segera terwujud.

Monday, April 16, 2012

SOFT SKILL SEPENTING HARD SKILL

Hard skill itu bisa diperoleh dari pendidikan formal pun dari kursus. Itu bisa membuat value manusia meningkat. Namun soft skill bisa membuat manusia lain respek, sayang bahkan benci. Seorang dokter bedah pasti mempunyai hard skill yang tidak diragukan. Membedah perut orang, menyingkirkan usus buntu, bahkan menghilangkan tai lalat itu juga hard skill. Namun bila sang dokter judes, angkuh, menganggap pasien adalah obyek dan bukan subyek, maka bagaimana nilainya dimata orang lain.
Soft skill itu karakter, personality. Bisa dilatih dan tergantung hati. Namun tidak menjadi bagian dari kredit perkuliahan.
Dalam bisnis jasa atau mungkin bisnis apapun, hard skill bukanlah satu-satunya point penting menarik kastemer. Soft skill tidak kalah perannya. Soft skill malah menjadi penilaian pertama bila berhadapan dengan kastemer.
Good personality, good attitude membuat perjanjian bisnis yang buntu menjadi lancar, yang tegang menjadi cair, yang setengah2 menjadi deal.
jadi sudahkah anda dan karyawan anda tersenyum dan menyapa kastemer anda pagi ini??