Showing posts with label UGD Lite Story. Show all posts
Showing posts with label UGD Lite Story. Show all posts

Wednesday, April 18, 2012

911 terpadu, bukan 118 tersendiri

Ide menyatukan semua saluran panggilan darurat menjadi satu saluran panggil yang terintegrasi mulai marak digulirkan lagi. Nomor yang dipilih pun nomor yang sudah umum di pakai di negara luar yaitu 911.
Kita tahu, saat ini ada berbagai macam panggilan darurat. Setiap instansi yang berhubungan dengan kondisi darurat punya nomor tersendiri. Liat saja pengaduan polisi di 110 atau 112 melalui ponsel. Lalu, pelayanan gangguan PLN di 123, layanan ambulans di 118 dan bencana alam di 129. Betapa banyaknya nomor yang dihapal oleh masyarakat. pusing.
Jika tujuannya sudah sama, jika bisa duduk bersama dan menyamakan persepsi menyatukan ide itu sudah 80% pekerjaan sudah tercapai. Jalan sudah terbentuk. Tinggal sistemnya, ITnya, dan sosialisasinya.
Bukankah akan lebih mudah mengingat disela kepanikan jika ada kondisi darurat apapun, apakah itu pencurian, kebakaran, gangguan kamtibmas, serangan jantung, longsor, gardu listrik meledak, tetangga terperosok sumur dll, tinggal pencet 911.
semoga segera terwujud.

Thursday, April 08, 2010

PELAJARAN DARI UGD


Hidup itu rahasia Ilahi. Kemarin di UGD kedatangan pasien. Lelaki muda, 22 tahun. Luka berat dengan perdarahan dari kepala, hidung dan telinga. Napas megap-megap. Pemuda ini sebenarnya bukan pembalap, membawa motorpun -kata temannya- tidak ngebut banget. Dia lewat turunan di jalan minyak menuju pelabuhan dan rencananya mau pulang kampung. Namun turunan yang cukup terjal dan berbelok itu membuat motornya susah dikendalikan hingga akhirnya menabrak pembatas jalan. Nasib naas itu datang. Sayangnya dia tidak pake helm, mungkin karena dipikir jalannya dekat saja dan tidak ada polisi yang jaga disekitar jalan itu.
Upaya optimal yang dilakukan tidak mampu menyelamatkannya hingga maut akhirnya merenggutnya. Yang mencengangkan, napasnya yang megap-megap itu menjadi tenang setelah ditalqinkan (dibimbing baca syahadat) oleh perawat. Subhanallah.

Yang kedua, wanita muda 28 tahun. Badannya kurus. Tanda kecantikan masih tersisa diwajahnya. Namun cahaya gairah kehidupan sudah meredup di matanya. Diantar keluarga ke UGD dengan penurunan kesadaran yang diawali dengan kelemahan tangan dan kaki kiri. Setelah di CT scan, ternyata stroke hemoragik (stroke yang disertai perdarahan di otak). Cukup mengejutkan karena jarang mendapati kasus stroke pada usia dibawah 30 tahun. Kebanyakan yang datang dengan stroke biasanya berumur diatas 45 tahun. Mungkinkah karena pergeseran pola hidup dan pola makan yang serba instan? Atau akibat tidak langsung dari pemanasan global dunia dan radikal bebas yang menjadi bagian yang mengepung kehidupan kita sehari-hari?

Hidup memang rahasia Ilahi namun juga anugrah yang harus disyukuri dan dijaga. Sudahkah kamu bersyukur atas nikmat Tuhanmu hari ini?

Saturday, November 21, 2009

KENCING MANIS ITU DIABETES MELLITUS (part 1)

Apakah kencing manis artinya kencingnya memang manis semanis teh?

Meski memang dalam urine penderita kencing manis pasti ditandai adanya gula (glukosa), namun terlalu berlebihan bila disamakan urinenya semanis teh. Karena penyakit kencing manis pada seseorang tidaklah dideteksi dari manis tidaknya air kencingnya ataupun bila air kencing dirubungi semut, tapi dari pemeriksaan laboratorium baik berupa darah maupun dari urine yang ditunjang dengan gejala-gejala fisik.

Kencing manis, disebut juga Diabetes Mellitus yang berasal dari kata Yunani diabaĆ­nein, "tembus" atau "pancuran air", dan kata Latin mellitus, "rasa manis") .

PENYEBABNYA

Pembentukan diabetes yang utama adalah karena kurangnya produksi insulin (diabetes mellitus jenis 1, yang pertama dikenal), atau kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap insulin (diabetes mellitus jenis 2, bentuk yang lebih umum). Selain itu, terdapat jenis diabetes melitus yang juga disebabkan oleh resistansi insulin yang terjadi pada wanita hamil (disebut juga diabetes gestasional). Jenis 1 membutuhkan penyuntikan insulin, sedangkan jenis 2 diatasi dengan pengobatan oral dan hanya membutuhkan insulin apabila obatnya tidak efektif. Diabetes melitus pada kehamilan umumnya sembuh dengan sendirinya setelah persalinan.

Pemahaman dan partisipasi pasien sangat penting karena tingkat glukosa darah berubah terus, karena kesuksesan menjaga gula darah dalam batasan normal dapat mencegah terjadinya komplikasi diabetes. Faktor lainnya yang dapat mengurangi komplikasi adalah: berhenti merokok, mengoptimalkan kadar kolesterol, menjaga berat tubuh yang stabil, mengontrol tekanan darah tinggi, dan melakukan olah raga teratur.

GEJALANYA.

Tiga serangkai yang klasik tentang gejala kencing manis adalah banyak kencing, banyak minum dan banyak makan. Gejala ini bisa disertai kelelahan yang tidak jelas dan penurunan berat badan.Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Diagnosa diabetes sudah bisa ditegakkan bila ditemukan gejala fisik disertai kadar gula darah sewaktu yang diperiksa ≥ 200 mg/dl atau gula darah puasa (tidak makan/minum dalam 8 jam atau lebih) ≥ 126 mg/dl.

Semua jenis diabetes mellitus memiliki gejala yang mirip dan bisa menjadi komplikasi pada tingkat lanjut. Komplikasi jangka lama termasuk munculnya gangguan jantung dan pembuluh darah, gagal ginjal (penyebab utama cuci darah), kerusakan retina yang dapat menyebabkan kebutaan, serta kerusakan saraf yang dapat menyebabkan impotensi dan borok luka yang tidak sembuh-sembuh dengan risiko amputasi. Komplikasi yang lebih serius bahkan bisa menyebabkan penurunan kesadaran dan kematian bila kontrol kadar gula darah buruk dan kebiasaan yang tidak sehat

AYO OLAHRAGA

Olahraga yang teratur dapat mengendalikan risiko diabetes. Manfaat olahraga bagi penderita diabetes antara lain:

  1. Membakar kalori dan mengurangi lemak tubuh sehingga meningkatkan kemampuan metabolisme sel dalam menyerap dan menyimpan glukosa.
  2. Meningkatkan sirkulasi darah, terutama pada kaki dan tangan, di mana biasanya penderita diabetes memiliki masalah.
  3. Mengurangi stress yang sering menjadi pemicu kenaikan glukosa darah
  4. Penderita diabetes yang rajin berolah raga dapat melepaskan diri dari ketergantungan pada obat.

Konsultasikan dengan dokter sebelum menjalani program olah raga. Dokter akan merekomendasikan jenis olah raga apa yang boleh Anda lakukan sesuai dengan kondisi Anda. Mulailah dengan olah raga ringan seperti senam aerobik, berjalan, berenang, dan bersepeda. Olah raga aerobik tersebut bermanfaat memperdalam pernafasan dan meningkatkan kerja jantung. Bagi Anda yang tidak pernah berolahraga, awali dengan 10 - 20 menit setiap kali latihan, beberapa kali seminggu. Jangan lupa pemanasan dan pendingin demi kesehatan jantung. Nikmati olahraga dengan gembira.

Tuesday, September 01, 2009

LATGAB GADAR BANDARA











Ini terlambat posting sebenarnya. Bulan kemarin sempat ikut latihan gabungan penanggulangan gawat darurat terpadu yang disetting dibandara internasional sepinggan. Kasusnya kecelakaan pesawat udara dan helikopter jatuh di laut. Latihan diikuti 10 RS, TNI-Polri, SAR dan Dephub. Hasilnya meski semrawut dan terkesan inkoordinasi namun lumayan sebagai bahan pembelajaran. Ini foto-fotonya.




Friday, November 21, 2008

KEMATIAN ITU MISTERI

Dalam seminggu 2 warga RSPB meninggal. Usia masih relatif muda, masih kepala 3. Paginya masih sempat bertegur sapa, malamnya sudah masuk ICU lantaran penurunan kesadaran. Begitu tragis. Begitu dramatis lakon hidup.
Yang satu, cedera kepala akibat terjatuh dari motor lantaran lehernya terjerat kabel TV kabel yang menjuntai ke jalan. Satunya lagi stroke.

Satu meninggal hari senin, satunya menyusul hari kamis.

Tinggallah kenangan dalam benak sahabat, sedih yang menyayat di sanubari keluarga dan anak-anak. Sebongkah batu serasa masih menghimpit dada. Menyesakkan.

hhhhhh.....


SELAMAT JALAN SAHABAT.

Kami pasti akan menyusul suatu saat nanti.
Entah kapan.

Saturday, September 20, 2008

RENTA, RINGKIH DAN TERSIAKAN

Menjadi tua itu takdir. Namun bila menjadi tua yang ringkih, penyakitan dan tersiakan mungkin itulah karma atau malah inilah hukuman. Lebih dari sekadar takdir.

Di UGD kami, ada seorang pasien tua langganan. Datangnya hampir tiap hari. Sendirian dan jarang mandi. Ke RS biasanya diantar sekuriti. Keluhannya sama; merasa sesak. Terapi yang dimintanya pun cuma satu: Pasang O2 di hidung. Bila selang O2 sudah nempel dihidung, maka si kakek pun tertidur dengan tenang. Pulangnya kemudian minta ongkos dan diantar oleh sekuriti.

Sisa kakek punya anak dan cucu. Namun tidak satupun yang mau mengurusnya. Konon karena waktu mudanya, waktu masih kerjanya dulu, si kakek ini sangat 'keras' sama anak-anaknya. Sisa kekerasan watak dan temperamental itu masih nampak pada diri si kakek sampai sekarang. Mungkin karena itu, anaknya tega meninggalkan si kakek menjalani hidup tuanya sendirian. Kisah ironik nan tragis.
Sy kadang berharap untuk hidup tidak usah terlalu lama, tidak usah sampai menjadi tua renta yang ringkih.

Friday, September 05, 2008

BILA KESAL, BAKAR DIRI LAH.

Semalam ada pasien masuk ke UGD dengan luka bakar sekujur tubuh, dari wajah hingga kaki. Wanita parobaya dan masih sadar. Ajaibnya tanpa merintih dan mengeluh.

Padahal menurut pedoman Rule of Nine, yang jadi pedoman penentuan derajat luka bakar, wanita ini menderita luka bakar derajat 2 sekitar 80%. Peluang infeksinya besar dan peluang survivalnya tidak tinggi. Perawatannya pun harus intensif di ICU.

Pasien ini diantar keluarganya dan berasal dari Penajam, wilayah seberang Balikpapan.
Usut punya usut, ternyata wanita ini membakar diri karena kesal pada anak dan suami yang dianggap tidak memperdulikannya. Dan perhatian itu penuh memang akhirnya didapatkannya meski dengan cara tragis.

Apakah untuk memperoleh cinta lagi, cinta yang ekspresif harus dengan cara yang ekspresif ekstrem juga? Mungkin ya, paling tidak seperti wanita ini melakoninya. Mungkin. Ada yang mau mencoba??

Tuesday, July 22, 2008

UNIT COST + ISO + COMDEV = PUYENG

Apa jadinya bila satu otak tua dipaksa mikir hitungan rumit, administrasi njelimet, dan ngasuh kader posyandu disela-sela keluhan sakit pasien. Pusiiinggg...
Sehari misalnya mesti lari-lari ikut meeting sana, meeting sini. gak tuntas dan gak fokus. Mana waktunya mepet mepet pula. Ampuunn.

Depresi rasanya. Otak lelah, badan lemes, temperamental, liur netes, suka menggonggong, (hehehe.. 2 yg terakhir itu gak ding. Itu sih rabies).

Liat blog aja malas, apalagi ngisi. Tapi siapa tau kalo dipaksa nulis, bisa lebih baik.
Tapi kayaknya perlu istirohat jiwa raga nih. Ketik C spasi D, Cape deh say..

Tuesday, July 01, 2008

WHAT A MESSY NIGHT!!!

Entah mimpi apa hari ini padahal saya belum ada tidur sejak kemarin.
Jaga malam terakhir emergensi di bulan 6 masuk awal bulan 7 malah disuguhi korban kecelakaan massal. 5 orang karyawan petrosea dalam 1 mobil mengalami kecelakaan lantaran menghindari mobil logging (pengangkut kayu) di wilayan Penajam.

Untungnya semua korban masih sadar penuh. Lukanya sih bervariasi dan tidak semuanya patah. Yang pasti semuanya trauma psikis.

Yang sopir patah tulang hidung dan untuk sementara disarankan tidak adu hidung dulu. Juga disarankan untuk tidak ngupil demi kemaslahatan. Penumpangnya? ada yang patah lengan kanan, patah lengan kiri dan keseleo.

Meski mobil hancur, ternyata tidak parahnya korban lantaran semuanya memakai safety belt. Ini pelajaran safety yang baik.

Hikmahnya: Pakailah safety belt jika kamu mau kecelakaan. :)