
Atas ketidakjelasan itulah banyak karyawan yg pindah perusahaan atau memilih jd PNS. Blm lg sikap jajaran managemen dan sdm yg menafikan arti dan peran karyawan. Peryataan halus seperti atas kebijakan perusahaan para karyawan hrs mundur baru buat lamaran lg sbg pelamar baru, atau yg vulgar, karyawan yg butuh perusahaan bkn sebaliknya.
Bahkan direktur secara lugas bilang takut melanggar aturan perusahaan tapi tidak takut menginjak undang-undang no 13 tahun 2003 tentang tenaga kerja atau peraturan pemerintah no 100 tahun 2004. Pihak SDM lebih kacau lagi, aturan dibuat sedemikian rupa supaya aturan UU dan PP tersebut bisa dikadalin. Dasar buaya muara.. Wahh.. Yg mengucap begini tdk boleh dikubur sblm mati.
Inilah perusahaan yg kacau balau. Aneh tp nyata.Tapi kok masih betah ya, tiap hari kerja juga dengan ceria walau akhir tahun sudah akan dirumahkan. Hehehe..
Minta advokasi sama serikat pekerja sudah, peduli sih peduli, cuma aksi nyatanya apa? Gak JS. Kalau hingga akhir nanti harus jadi urusan depnaker, demo, pengadilan atau pasrah aja. Nantilah diliat. Apakah episodenya jadi David lawan Goliath atau David malah patah leher tertimpa bangunan runtuh atau malah David jadi mesraan sama Goliath, biarlah proses yang menentukan.
5 comments:
kayaknya satu model ji semua perusahaan seperti itu kanda hehehe...
kuru sumange, ewako ^_*
hehehe.. coba sekolah lagi. Siapa tahu bisa jadi ahli bius.
Setuju sama bang Adhie. Dimana-mana, hampir sulit menemukan perusahaan yang begitu "sosial" terhadap karyawannya, malah kebanyakan diantaranya justru "asusila" terhadap TK-nya. But, keep fighting sj kanda. Malam pun pasti akan berlalu jua!
Salam,
Juniorta 99
Asta Qauliyah
oii komandan, siap membantu revitalisasi dottoro-unhas.org. tapi kenapa tidak bisa ke buka ki halamannya :D
nanti sa coba skalian kasi kabar ke anak FK yang pada ngeblog juga, banyak mi itu..
NEGERI AKAL-AKALAN. yg buat peraturan mungkin bodoh ato pura2 bodoh. :P
Post a Comment